Pengertian K3, Sejarah, Fungsi, Serta Manfaatnya Untuk Karyawan Dan Masyarakat

Pengertian K3, Sejarah, Fungsi, Serta Manfaatnya Untuk Karyawan Dan Masyarakat

Pengertian K3, Sejarah, Fungsi, Serta Manfaatnya Untuk Karyawan Dan Masyarakat

Kalau kita perhatikan dengan cermat, disetiap perusahaan, baik swasta, ataupun BUMN. kita pasti bisa dengan mudah menemukan spanduk ataupun baleho, serta papan nama yang bertuliskan " Utamakan kesehatan dan keselamatan Kerja " yang di singkat menjadi ( K3).

Nah bagi kita yang tidak mengerti, tentu akan menganggap spanduk tetang k3 tersebut hanyalah sebagai himbauan ataupun pemanis, dan penghias linkungan semata, padahal tidaklah demikian, semua atribut k3 dan instuement- instrumentnya tersebut memiliki arti dan makna yang sangat dalam yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

Untuk itu pada kesempatan kali ini ruangkaryawan ingin membahas tuntas lebih dalam tentang pengertian k3,sejarah, fungsi, tujuan serta manfaatnya untuk karyawan serta lingkungan sekitar.

Agar kita sebagai karyawan ataupun masyarakat mengetahui tentang tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan juga para pekerjanya.

Ok yuk langsung saja kita mulai pembahasaanya.
keseahatan dan keselamatan kerja
Lambang dari k3


Pengertian K3

Sesuai dengan namanya, yang di maksud dengan k3 adalah suatu bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan serta kesejahteran terhadap manusia, yang bekerja di suatu perusahaan ataupun instansi.

Yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja, rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen dan semua yang terkait serta di lingkungan kerja yang di atur dalam sistem manjemen kesehatan dan keselamtan kerja suatu perusahaan.

Hal ini seriing dengan perkembangan industialisasi yang semakin moderen yang banyak menggunakan instalasi-instalasi, mesin-mesin, pesawat-pesawat serta bahan berbahaya yang meskipun banyak memberikan kemudahan dalam proses produksi, tetapi juga menambah sumber bahaya di tempat kerja.

Yang jika masalah tersebut di atas tidak di tangani secara serius maka akan sangat mendorang pengingkatan jumlah keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan.

Sejarah K3

Seperti yang terjadi pada saat revolusi industri di Inggris, dimana banyak terjadi kecelakaan yang banyak memakan korban, tetapi pada saat itu para pengusaha berpendapat bahwa kecelakaan kerja tersebut merupakan bagian dari resiko pekerjaan yang harus ditanggung oelh para pekerja itu sendiri, sehingga tidak ada langkah langkah yang di bambil untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja tersebut, karena bagi pengusaha pada saat itu bisa dengan mudah di tanggulangi dengan mempekerjakan karyawan baru.

Tentu hal tersebut sangat tidak manusiawi sehingga bnyak para pekerja yang mendesak pengusaha untuk mengambil langkah yang positf untuk menanggulangi masalah tersebut.

Dan akhirnya pengusahapun mau mengurangi beban pekerja tersebut, namun hanya atas dasar perikemusian saja.

Sampai akhirnya pada tahun 1991 Amerika serikat memberlakukan undang-undang yang di kenal dengan work copmpensation low yang menyebutkan bahwa tidak memandang apakah kecelakaan itu akibat kelalain si pekerja ataupaun karena kesalahan mekanis, pekerja yang bersangkutan wajib mendapatkan ganti rugi.

Sejak saat ini gerakaan pencegahaan kecelakaan kerja lebih terarah dan dimulainya geraskan kesehatan dan keselamatan kerja.

Fungsi K3

Dari pengeritan dan sejarah di atas maka dapat kita simpulkan bahwa fungsi k3 adalah untuk mencegah terjadi kecelakaan kerja, yang bisa mengakibatkan kerugian, baik secara fisik ataupun psiologis terhadap para pekerja dan lingkungan yang di lakukan dengan cara :

a. Identifikasi Bahaya 

yang dimaksudkan agar para pekerja bisa memahami semua kegiatan yang dialakukan serta mengerti akan resiko yang bisa saja terjadi, sehingga bisa mengetahui tindakan pencegahan yang harus dilakukan, yang dalam hal ini terbagi menjadi tiga tahapan.

# Pengenalan kegiatan

Yaitu tahapan mengenali dan mendeskripsikan kegiatan dari suatu pekerjaan  yang di lakukan oleh suatu unit .

# Pengenalan bahaya

Yaitu tahapan mengenali dan mendeskripsikan petensi bahaya apa saja yang bisa terjadi dalam setiap tahapan kegiatan dari suatu pekerjaan tersebut, baik potensi bahaya yang muncul dari mesin, alat dan bahan, atau yang timbul dari cara kerja, sifat pekerjaan serta proses produksi.

#Validasi Daftar Bahaya

Yakni tahapan memasukkan setiap sumber bahaya dalam suatu daftar bahaya yang harus di waspadai.

b. Tahap Evaluasi Resiko

Setelah melakukan identifikasi bahaya maka selanjutnya adalah melakukan evalusai resiko, yang dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar potensi bahaya tersebut bisa terjadi hal ini dituangkan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang biasanya akan di lakukan komunikasi antara team K3 dan para pekerja yang melakukannya, dan jika dinilai resikonya masih dapat di terima maka pekerjaan bisa dilanjutkan dengan menggunakan APD (alat pelindung diri ).

Macam Macam Alat Pelindung Diri

Nah salah satu cara untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja di tempat kerja maka yang di lakukan oleh perusahaan adalah mewajibkan para pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang meliputi.

  • Alat Pelindung Kepala
  • Alat pelindung mata dan muka
  • Alat pelindung pernapasan
  • Alat pelindung telinga
  • Alat pelindung tangan
  • Alat pelindung kaki
  • Pakaian pelindung
  • Alat plindung jatuh perorangan
  • Pelampung

Manfaat Dari K3

Dari uraian diatas maka dapat kita simpulkan k3 memiliki banyak sekali manfaat untuk karyawan dan masyarakat dalam upaya mencegah terjadi kecelakaan kerja serta terjadi penyakit akibat bekerja serta pencemaran lingkungan .

Namun tentu gerakan k3 ini hanya bisa terwujud jika di dukung dari kesadaran diri dari sang pekerja itu sendiri agar lebih wasapada dan sigap di setiap melakukan pekerjaan serta selalu menggunakan alat pelindung diri di setiap lingkungan kerja yang memiliki potensi bahaya.

Demikianlah apa yang di maksud dengan k3 serta manfaatnya untuk pekerja dan lingkungan sekitarnya, semoga bisa bermanfaat
Buka Komentar